Sabtu, 24 Januari 2015

Materi gelap


Sejumlah peneliti Badan Antariksa Eropa (ESA) mengklaim kemungkinan telah menemukan sinyal misterius materi gelap (dark matter), yang diduga membentuk sebagian besar materi alam semesta.

Temuan terjadi saat ilmuwan mempelajari data yang dikumpulkan pesawat ruang angkasa XMM-Newton milik ESA. Mereka menemukan lonjakan abnormal pada emisi Sinar X.

Anomali itu berasal dari dua benda langit berbeda; gugus galaksi Perseus dan Andromeda.

Menurut peneliti, sinyal yang terekam tidak sesuai dengan atom atau partikel yang dikena. Kesimpulannya, sinyal itu adalah produk materi gelap.

"Distribusi sinyal dalam galaksi sesuai dengan yang kita harapkan pada materi gelap, yaitu terkonsentrasi dan intens di pusat benda, lemah dan menyebar di tepi benda," ujar penulis dan peneliti Oleg Ruchayskiy dari cole Polytechnique Fdrale de Lausanne (EPFL) di Swiss.

Materi gelap tidak menyerap atau memancarkan cahaya, yang membuatnya mustahil dilacak secara langsung. Materi yang sulit dipahami ini diketahui keberadaannya karena interaksi gravitasi dengan mater biasa yang dapat disentuh.

Pengamatan terhadap bintang dan dinamika galaksi menunjukan 80 persen dari semua materi di alam semesta adalah gelap.

Alexey Boyarsky, dari EPFL dan Universitas Leiden Belanda, mengatakan temuan ini masih harus diverifikasi dengan melihat data galaksi Bimasakti dan membuat pengamatan yang sama.

"Konfirmasi penemuan ini dapat menyebabkan pembangunan teleskop baru yang khusus mempelajari sinyal partikel materi gelap," ujar Boyarski.

(Inilah.com - Teknologi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar