Minggu, 25 Januari 2015

Cukai sebagai Penekan Pertumbuhan Miras



  • Kinerja Cukai Sebagai Penekan Penggunaan Miras
Setiap minuman yang mengandung ethil alkohol seperti bir, shandy, Anggur, Whisky dan semacamnyaadalah masuk dalam kategori Barang Kena Cukai (BKC). Di Indonesia, minuman beralkohol yang diimpor diawasi peredarannya oleh negara. Dalam hal ini diamanatkan kepada Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC), Departemen Keuangan. Dalam istilah kepabeanan dan cukai, minuman beralkohol disebut sebagai MMEA (Minuman Mengandung Ethyl Alkohol). Disamping MMEA impor, Bea Cukai juga memiliki kewenangan untuk mengontrol secara penuh pendirian pabrik MMEA didalam negeri. Setiap badan usaha yang hendak memproduksi MMEA maka ia wajib mempunyai NPPBKC (Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai).

Pengenaan tarif cukai setinggi-tingginya yaitu 250% dari harga jual pabrik dan atau nilai pabean ditambah bea masuk, atau 55% dari harga jual. Penetapan tarif didasrkan pertimbangan bahwa apabila BKC tertentu yang karena sifat dan karakteristiknya berdampak negatif bagi kesehatan, lingkungan hidup, dan tertib sosial seperti minuman yang mengandung ethil alkohol dalam kadar tinggi atau miras ingin dibatasi secara ketat atas produksi, impor, peredaran dan pemakaiannya, cara membatasinya melalui instrumen tarif cukai maksimum.

Miras ini juga telah dikeolmpokkan menjadi tiga golongan. Yaitu golongan A yaitu golongan yang mengandung alkohol kurang dari 5%. Golongan B yaitu golongan yang mengandung alkohol 5% sampai 20%. Sedangkan golongan C yaitu golongan yang mengandung alkohol lebih dari 20%.

Sebagai salah satu penekan penggunaan miras, percukaian di Indonesia mengalami banyak kesulitan. Banyak masyarakat menggunakan miras dalam jenis oplosan. Mirisnya penggunanya kebanyakan dari kalangan remaja SMA. Sungguh mengerikan apabila para penerus bangsa ini kebanyakan sudah terlanjur pecandu minuman keras.

Pemerintah pun telah beberapa kali menaikkan tarif cukai terhadap minuman yang mengandung alkohol. Namun sepertinya hal tersebut kurang mempengaruhi para pecinta miras. Bahkan setiap tahunnya konsumen miras bukan berkurang tapi malah bertambah meningkat.

Dari para pemasok pun masih akan terus memproduksi minuman beralkoholnya melihat para pecandu minuman keras di Indonesia tergolong besar. Bahkan telah banyak ditemukan tertangkap basah para truk pengangkut barang yang mengangkut miras impor ilegal ribuan liter alias tak mempunyai label cukai. Hal tersebut tentunya dapat merugikan negara hingga triliunan rupiah bagi negara. Disamping itu karena murahnya miras yang tak memiliki cukai akan dapat menimbulkan peningkatan penggunanya lantaran mudah dibeli.

Namun dengan banyaknya kasus tersebut bukan berarti pemberian cukai tidak berpengaruh untuk menghadang pertumbuhan konsumen miras. Tingginya pengguna miras dapat menambah pendapatan negara dari sektor APBN. Sehingga dapat membantu pembangunan perkonomian negara.
  • Tindakan Pemerintah Mengurangi Penggunaan Miras
Pemerintah dalam hal ini harus mencari cara agar penggunaan miras di Indonesia dapat menurun drastis. Penggunaan miras yang relatif ringan adalah termasuk ciri-ciri negara maju. Indonesia saat ini masih menjadi negara berkembang, terbukti masyarakat masih banyak yang mengonsumsi miras. Ciri-ciri negara maju itu sendiri yaitu negara yang rakyatnya memiliki kesejahteraan dan kualitas hidup yang tinggi.

Dengan memberikan cukai pada tiap minuman yang mengandung alkohol. kemungkinan tersebut akan mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap alkohol. Sejatinya kebanyakan para pembeli minuman keras ini lebih banyak dari kalangan remaja sekolahan atau mahasiswa yang belum mempunyai penghasilan. Disini pemerintah harus jeli dengan pertumbuhan alkoholik tiap tahunnya. Apabila tiap tahunnya pemerintah mendapati pertumbuhan alkoholik masyarakatnya meningkat, hendaknya pemerintah menaikkan tarif cukai terhadap miras tersebut.

Mulai tanggal 1 Januari 2014 cukai atas minuman keras (miras) yang tergolong dalam Minuman yang Mengandung Etil Alkohol (MMEA) mengalami kenaikan berkisar dari Rp2000 hingga Rp9000 perliter. Kenaikan itu mencakup MMEA seperti bir yang mengandung alkohol kurang dari 5 persen, hingga minuman keras lainnya yang mengandung alkohol lebih dari 20 persen. Dengan kenaikan ini, besar cukai miras akan berkisar dari Rp13 ribu per liter hingga Rp139 ribu per liter.

Payung hukum kebijakan untuk meningkatkan besaran cukai miras tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 207/PMK.011/2013 tertanggal 31 Desember 2013. PMK ini merupakan Perubahan atas PMK Nomor 62/PMK.011/2010 tentang Tarif Cukai Etil Alkohol, Minuman Yang Mengandung Etil Alkohol, dan Konsentrat Yang Mengandung Etil Alkohol. Dengan kebijakan ini, maka cukai untuk MMEA produksi dalam negeri maupun luar negeri dengan kadar alkohol sampai 5 persen menjadi Rp13 ribu per liter. Sedangkan cukai untuk MMEA dengan kadar alkohol 5 persen hingga 20 persen menjadi Rp33 ribu untuk produksi dalam negeri dan Rp44 ribu untuk produksi luar negeri.

Ada pun untuk cukai untuk MMEA dengan kadar alkohol lebih dari 20 persen, dipatok menjadi Rp80 ribu per liter untuk produksi dalam negeri dan Rp139 ribu untuk produksi luar negeri. Payung hukum kebijakan untuk meningkatkan besaran cukai miras tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 207/PMK.011/2013 tertanggal 31 Desember 2013. PMK ini merupakan Perubahan atas PMK Nomor 62/PMK.011/2010 tentang Tarif Cukai Etil Alkohol, Minuman Yang Mengandung Etil Alkohol, dan Konsentrat Yang Mengandung Etil Alkohol. Dengan kebijakan ini, maka cukai untuk MMEA produksi dalam negeri maupun luar negeri dengan kadar alkohol sampai 5 persen menjadi Rp13 ribu per liter. Sedangkan cukai untuk MMEA dengan kadar alkohol 5 persen hingga 20 persen menjadi Rp33 ribu untuk produksi dalam negeri dan Rp44 ribu untuk produksi luar negeri.

Dengan menaikkan tarif cukai alkohol tersebut pemerintah dapat lebih menekan pertumbuhan dari tingkat konsumsi alkohol. Karena harganya yang akan menjadi lebih mahal dari biasanya dan daya beli masyarakat tentu akan mengalami penurunan beberapa persen. Di samping itu bagi negara dengan menaikkan tarif cukai miras tersebut akan membantu negara untuk mengisi pendapatan APBN,. Sehingga negara dapat melakukan pembangunan dengan lebih baik.

Disamping itu, dengan dinaikkannya cukai minuman keras secara otomatis akan mengurangi daya beli masyarakat terhadap miras. Dengan begitu, bagi perusahan yang memproduksi minuman beralkohol tersebut tentunya akan mengalami kerugian akibat berkurangnya minat konsumen untuk membeli produknya. Apabila pabrik miras banyak yang mengalami kerugian, tentunya mereka akan mengadakan PHK terhadap karyawan-karyawannya lantaran mereka tidak menginginkan untuk gulung tikar akibat terlalu banyak menggaji karyawan-karyawannya sedangkan pendapatan yang diperoleh perusahaan menurun. Hal tersebut tentunya akan menambah tingkat pengangguran di Indonesia menjadi besar sedangkan masyarakat kurang sejahtera.

Melihat hal tersebut yang akan berakibat buruk bagi masyarakat yang terkena PHK, tentunya pemerintah harus lebih jeli dan harus lebih memperhitungkan untuk menaikkan tarif cukai miras tersebut. Karena dengan menaikkan tarif cukai miras terlalu tinggi dapat mengakibatkan para perusahaannya mengalami gulung tikar.

Dismping itu, apabila pemerintah menaikkan tarif cukai minuman keras terlalu mahal juga akan mmerangsang par oknum nakal untuk mencari keuntungan dengan menngunakan cukai palsu, beberapa kasus terdapat penyelundupan ribuan liter minuman keras ilegal yang berhasil masuk Indonesia. Mengharap dapat mendapatkan pemasukan APBN lebih besar malah negara mengalami kerugian hingga miliaran rupiah atas minuman keras ilegal yang bebas dari cuka dan pajaknya.
  • Efek Berkurangnya Penggunaan Miras bagi Negara
Tentu saja berkurangnya alkoholik di Indonesia sangat bagus bagi negara. Indonesia menjadi negara yang bebas penyakit, dan Indonesia juga dapat menunjukkan bahwa salah satu ciri-ciri negara maju sudah diperlihatkan. Indonesia juga akan menjadi negara yang tingkat kejahatannya yang kecil, sehingga masyarakat Indonesia dapat hidup sehat dan sejahtera.

Apabila penggunaan miras sangat kecil terjadi di Indonesia akan menyebabkan tingkat kemakmuran di Indonesia menjadi tinggi. Study menjelaskan bahwa kasus-kasus kejahatan yang terjadi di Indonesia diakibatkan oleh sang pelaku yang dalam keadaan mabuk atau dalam pengaruh miras. Kejahatan-kejahatan seperti pelecehan seksual, pembunuhan, tawuran, perkelahian dan sebagainya dapat terjadi ketika seseorang sedang dalam pengaruh alkohol.

Disini peran cukai yang mulia sangat mempengaruhi pertumbuhan alkoholik di Indonesia. Cukai menekan daya beli msyarakat hingga menurun sehingga masyarakt akan berfikir panjang untuk membeli miras. Pengenaan cukai dengan tarif maksimum juga mengakibatkan pendapatan negara dari cukai menjadi lebih besar sehingga negara menjadi leluasa untuk menjalankan pembangunan.

Namun di samping itu pemerintah harus selalu memperketat penjagaan di area perbatasan Indonesia khususnya area pabean yang selalu rentan kemasukan barang ilegal agar tidak ada miras ilegal tanpa cukai yang masuk ke Indonesia yang dapat merugikan negara lagi. Karena apabila pertumbuhan miras menurun pasti akan ada oknum-oknum nakal yang akan menyelundupkannya.

Jadi, kinerja percukaian di Indonesia sebagai penekan pertumbuhan penggunaan minuman keras sejatinya sudah cukup memuaskan. Walaupun masih belum terlalu menurunkan tingkat alkoholik namun sudah menimbulkan dampak yang positif bagi negara karena telah meningkatkan pendapatan negara. Dengan tindakan pemerintah dengan menaikkan tarif cukai miras tiap tahun akan mampu menurunkan daya beli masyarakat untuk membeli miras. Sehingga masyarakat harus berfikir berulang kali karena naiknya harga miras.

Real Madrid Memimpin Daftar Klub dengan Pemasukan Terbesar

Real Madrid memimpin daftar klub dengan pemasukan terbesar untuk tahun kesepuluh berturut-turut, berdasarkan laporan Football Money League, yang dipublikasikan oleh perusahaan konsultan Deloitte. Dalam laporan keuangan, yang tercatat selama periode 2013/14, Real Madrid meraih pendapatan sebesar 549,5 juta euros.

Berdasarkan laporan Deloitte, dari segi Daya Tampung atau kapasitas penonton Real Madrid menerima pemasukan 113,8 juta euros. Dalam hal siaran pertandingan melalui televisi dan UEFA Champions League mencapai jumlah 204,2 juta euros, 15,9 juta euros lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan dalam Marketing olahraga Real Madrid menerima pendapatan sebesar 231,6 juta euros, 20 juta euros lebih besar dari tahun sebelumnya.

Dan Jones, direktur bidang perusahaan olahraga di Deloitte memberikan analisanya mengenai data klub blanco : “Memenangkan Liga Champions untuk yang kesepuluhkalinya dan berada diposisi puncak untuk tahun yang kesepuluh berturut-turut dalam klasifikasi ini telah menjadikan tahun tersebut sebagai tahun Double Decima bagi Real Madrid. Sukses klub di lapangan permainan telah dilengkapi dengan kekuatannya dibidang keuangan, yang berhasil memperkuat posisinya sebagai klub Eropa paling sukses sepanjang masa”. Dengan demikian, Real Madrid adalah, untuk tahun kesepuluh berturut-turut, klub olahraga dengan jumlah pemasukan terbesar didunia.

Deloitte menyebutkan bahwa 20 klub Eropa dengan jumlah pemasukan terbesar telah menghasilkan pendapatan lebih dari 6.200 juta euros, 14% lebih besar dari tahun sebelumnya. Dalam kelompok ini terdapat klub-klub yang berasal dari lima negara dengan kompetisi Liga terkuat di Eropa. Inggris memiliki paling banyak klub (8), diikuti oleh Italia (4), Jerman (3), Spanyol (3), Perancis (1), dan Turki (1).
POSISI -KLUB PENDAPATANJUTA€ MUSIM 13/14

1Real Madrid549,5

2Man. United518,0

3Bayern Múnich487,5

4Barcelona484,6

5PSG474,2

6Man. City414,4

7Chelsea387,9

8Arsenal359,3

9Liverpool305,9

10Juventus279,4

11B. Dortmund261,5

12AC Milan249,7

13Tottenham215,8

14Schalke 04213,9

15Atlético Madrid169,9

16Nápoles164,8

17Inter Milán164,0

18Galatasaray161,9

19Newcastle155,1

20Everton144,1


(Real Madrid CF)

Real Madrid Segera Dapatkan Kiper Wonderkid Asal Argentina

Picture: planotatico.com
Setelah resmi merekrut wonderkid asal Norwegia, Martin Odegaard, Real Madrid meneruskan upaya mereka untuk mendapatkan talenta muda berbakat dari seluruh dunia. Marca melaporkan bahwa El Real selangkah lagi akan mendatangkan kiper muda Augusto Batalladari River Plate dengan status pinjaman dengan opsi kepemilikan permanen.

Kabar tersebut diungkapkan oleh Humberto Grondona, pelatih Batalla di skuat U-20 Argentina. Saat ini Batalla memang tengah berada bersama Tim Tango junior dalam kompetisi Copa America U-20 di Uruguay.

"Real Madrid mendapatkan kiper dengan garansi dan masa depan yang cemerlang. Augusto sudah melakukan segalanya untuk mengembangkan kemampuan," ungkap Grondona seperti dilansir Marca.

"Bukan hanya kemampuannya sebagai kiper yang membuatnya menonjol, namun juga kedewasaan yang dimilikinya di usia muda."

Real sendiri dilaporkan sudah memantau perkembangan Batalla sejak 2013 silam, ketika River Plate memenangkan kompetisi U-17 yang dihelat di kota Madrid.(mrc/mri)

(Bola.net)

Real Madrid rekrut gelandang timnas U-21 Brasil

Picture: realmadrid.com
Real Madrid resmi merekrut gelandang tim nasional U-21 Brasil, Lucas Silva, dari Cruzeiro.

Sebagaimana dilansir dalam pernyataan resmi Los Blancos—julukan Real Madrid—pemain berusia 21 tahun itu akan diperkenalkan kepada para pendukung di Stadion Santiago Bernabeu, pada Senin (26/01) nanti.

Nilai transfer Silva tidak disebutkan, namun sejumlah media Spanyol menyebutkan klub ibu kota tersebut telah menggelontorkan 13 juta euro atau Rp181,7 miliar. Dengan nilai itu, Silva akan memakai kostum El Real selama lima setengah tahun.

“Real Madrid dan Cruzeiro telah mencapai kesepakatan atas transfer Lucas Silva yang akan memperkuat klub sampai 30 Juni 2020,” sebut pernyataan resmi Real Madrid.

Silva merupakan pemain kedua yang direkrut Real Madrid pada jendela transfer Januari setelah mendapatkan penyerang tim nasional Norwegia yang berusia 16 tahun, Martin Odegaard.

Kedatangan Silva dinilai untuk mengantisipasi kepergian Asier Illarramendi, yang disebut-sebut akan hijrah ke Athletic Bilbao dengan nilai transfer 25 juta euro.

(BBC Sport)

Gol ke-100 Real Madrid Musim Ini dari Kaki Bale

Picture: BBC Sport

Bale menjadi pencetak gol ke-100 bagi Real Madrid pada musim ini. Pada akhir pertemuan ini, pemain asal Wales menggarisbawahi kesulitan yang dihadapi untuk bisa menang: "Tim Cordoba adalah satu rival yang sulit dan kami telah menyadari bahwa laga ini akan sulit, sehingga kami sangat bahagia setelah berhasil membalikan partai yang sangat sulit ini".

"Misim ini masih panjang, masih banyak partai yang harus dilalui sebelum berbicara tentang gelar. Yang jelas bahwa masih ada banyak partai seperti ini yang akan mempersulit kami. Cristiano sangat kecewa dengan kartu yang diterimanya tetapi itu adalah hal-hal yang terjadi dalam sepakbola".

Rata-rata hampir 3 gol
Dengan dua gol yang diciptakan berhadapan dengan Cordoba, Real Madrid memiliki rata-rata 2,9 gol per partai dan telah mencapai seratus gol para musim ini dalam 34 partai. Gol-gol itu terbagi sebagai berikut: 64 gol di La Liga, 16 gol di Champions, 6 gol di Piala Dunia antar Klub, 2 gol di Piala Super Eropa, 1 gol di Piala Super Spanyol dan 11 gol di Piala Raja.

Los Blancos juga merupakan tim pertama di La Liga Spanyol yang berhasil mencapai 100 gol pada musim ini. Dalam hal pencetak gol bagi tim, Cristiano Ronaldo adalah yang pertama dengan 36 gol. Pemain asal Portugal ini kemudian diikuti oleh Benzema dengan 15 gol, dan Bale dengan 14 gol.

(Real Madrid CF)

Jajaki Kerja Sama, Australia Undang Khusus Bupati Banyuwangi


BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendapat kehormatan dari Australia. Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar Australia di Indonesia mengundang Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk berkunjung ke Negeri Kanguru tersebut untuk bertukar ide dan pengalaman serta penjajakan kerja sama.

First Secretary (Economic) Kedutaan Besar Australia, Todd Dias mengatakan, pemerintah Australia tertarik untuk mempererat hubungan dengan Kabupaten Banyuwangi karena Banyuwangi dianggap salah satu daerah yang memiliki reputasi baik di Indonesia. Banyuwangi juga dinilai sebagai daerah yang punya visi dan terus mengembangkan diri.

“Kami selalu tertarik dengan kepemimpinan daerah yang dinamis. Australia ingin mempererat hubungan dengan Banyuwangi di mana kedua pihak bisa lebih saling mengenal lebih dekat, saling belajar dan melihat berbagai peluang yang menarik,” kata Todd.

Todd mengungkapkan undangan resmi dari pemerintah Australia ini sebenarnya sangat istimewa. Australia tidak membawa program khusus untuk dikerjasamakan dengan Banyuwangi. Justru Banyuwangi diberi ruang luas untuk melakukan sharing mengenai berbagi bidang yang ingin dikerjasamakan. Bupati Anas juga diundang mengunjungi berbagai tempat di Australia untuk melakukan studi banding, baik tentang pariwisata, pendidikan, maupun sosial-budaya.

Salah satu peluang yang bisa dikembangkan bersama, kata Todd, adalah bidang pariwisata. Australia juga memiliki wisata berkonsep ecotourism seperti yang diusung oleh Banyuwangi untuk dijadikan studi banding. Peluang menarik lainnya yang bisa diupayakan dalam hubungan Australia - Banyuwangi adah bagaimana menggeser potensi 1 juta wisatawan Australia yang datang ke Bali agar bisa datang ke Banyuwangi.

“Saat ini Bali masih menjadi tujuan wisata nomor satu warga Australia. Menurut kami, ini peluang bagus bagi Banyuwangi. Bisa saja nanti kita menjalin kerjasama promosi wisata. Sepanjang infrastruktur misal hotel dan aksesibilitas baik kapal atau pesawat Bali-Banyuwangi memadai, sangat mungkin satu juta wisatawan Australia di Bali juga masuk ke Banyuwangi,” ujar Todd.

Bupati Abdullah Azwar Anas menyambut baik undangan dari pemerintah Australia ini. Bupati pun tertarik untuk

Bupat pun tertarik untuk membicarakan berbagai bidang dengan pemerintah Australia. Seperti Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, bidang pariwisata yang berfokus pada pengembangan ecotourism dan pertambangan. “Australia dan Kanada memiliki banyak industri mining besar dengan manajemen pertambangan terbaik di dunia, kita bisa mengambil pelajaran dan melihat langsung prosesnya,” kata Bupati.

Selain itu bidang perdagangan juga menjadi akan menjadi fokus perdagangan untuk membuka kerjasama ekonomi antara Australia dan Banyuwangi. “Di Banyuwangi ini banyak industri kreatif yang pemasarannya lewat Bali. Ini karena user dan buyernya ada di Bali. Nantinya kita ingin mengajak pembeli untuk langsung datang ke pengrajin di Banyuwangi agar kedua pihak bisa mendapatkan harga yang terbaik,” ujar Bupati.

Pembicaraan lainnya juga masih terbuka terkait dengan hal-hal yang bermanfaat bagi kedua pihak, seperti bidang peternakan dan pertanian. “ Bisa dibicarakan tentang impor sapi Autralia karena dulu kita ingin impor sapi dari Kanada terkendala regulasi yang tidak mendukung,” pungkas Bupati.
(Banyuwangikab.go.id)